THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 23 Mei 2012

MENGENALI KECERDASAN ANAK



A.      Pentingnya Mengukur Intelegensi

Intelegensi merupakan salah satu modal besar untuk meraih kesuksesan. Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Intelegensi tidak dapat diamati langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berfikir rasional.
Untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang, diperlukan tes intelegensi. Hasil dari tes Intelegensi dikenal luas dengan nama Intelegensi Quotient atau disingkat IQ. Jadi, IQ merupakan nilai yang menggambarkan kecerdasan intelektual seseorang. Nilai IQ rata-rata adalah 90-110. Kurang dari 90 adalah dibawah normal dan di atas 110 adalah brilliant atau genius. Tes IQ biasanya dilakukan untuk memperkirakan kemampuan (ability) secara menyeluruh, yaitu dengan mengambil contih pada keadaan yang berbeda-beda dalam hal kecakapan pengamatan :

1.      Pengamatan kata-kata (verbal)
2.      Bilangan (numerik)
3.      Ruang atau tempat (spatial)
4.      Penalaran dan kreativitas
Dari pengamatan empat bidang di atas, kemudian diambil nilai rata-ratanya. Penilaian IQ sangatlah penting bagi anak-anak, karena dengan mengetahui tingkat IQ anak, Anda memperoleh gambaran mengenal kemampuan si anak. Hal tersebut akan sangat berguna bagi Anda untuk mengarahkan pendidikan dan perkiraan profesi yang sesuai dengan minat dan bakatnya di kemudian hari.
B.      Perkiraan Pendidikan dan Karier

Perkiraan pendidikan dapat diraih sesuai tingkatan IQ anak, sebagai berikut:

§  Nilai IQ rata-rata adalah 90-110. Dengan nilai ini, seorang anak akan mampu menempuh pendidikan dasar dan menengah dengan normal dan lancar. Tidak ada kesulitan akademis yang berarti. Jika anak rajin maka ia akan mampu menempuh jenjang pendidikan berikutnya.
§    Nilai IQ yang dibutuhkan untuk lulus Strata 1 secara umum minimal: 110. Hal ini berlaku di fakultas apa pun, baik eksakta maupun non-eksakta. Anak yang ,memiliki nilai kurang dari itu tetap bisa menyelesaikan Perguruan Tinggi, namun perlu pengasahan ketajaman otak dengan lebih rajin.
§  Nilai IQ yang dibutuhkan untuk lulus Strata 2 secara umum minimal: 120. Strata 2 meliputi: Master dan Magister dalam bidang keilmuan apa pun, baik teknik, kedokteran, fisika, pertanian, maupun bidang politik, sosial, ekonomi, psikologi, filsafat, hokum, sastra, dan lain sebagainya.
§  Nilai IQ yang dibutuhkan untuk lulus Strata 3 secara umum minimal: 130. Strata 3 adalah program doktor. Jenjang pendidikan yang tertinggi, yang ditempuh dengan penelitian ilmiah di bawah bimbingan para profesor yang ahli di bidang tertentu.
Di bawah ini daftar perkiraan profesi yang sesuai dengan tingkatan IQ, yaitu:
Nilai IQ
Jabatan, pekerjaan, dan Keahlian yang Dapat Dicapai
140
Ilmuwan, ahli strategi, dan pemimpin besar: presiden, menteri, staf ahli pemerintahan, pejabat politik, doktor, profesor, hakim agung, peneliti ilmiah, pengusaha besar, kyai dan pemimpin agama, pimpinan perguruan tinggi, jendral TNI, ahli strategi militer, kepala kepolisian, negarawan
130
Pengusaha, ilmuwan, ahli strategi, dan pemimpin menengah: pemimpin perusahaan,dokter ahli, hakim, pengacara, pejabat pemerintahan, dosen, orator, seniman, penulis, wartawan, redaksi, komandan pasukan tempur, perwira polisi
120
Pengusaha dan professional: dosen, dokter, akuntan, guru, manajer, farmakolog, perawat, praktisi bisnis, seniman, wartawan, kolumnis, polisi militer, tentara, kepala bagian kontraktor, pengusaha menengah, tokoh masyarakat, desainer
110
Pelaksana kebijakan strategis: pegawai negeri sipil, polisi, kepala administrasi, asisten pejabat, asisten ahli, kepala kantor, pedagang kelas menengah, tata usaha
100
Tukang dengan keahlian tertentu: karyawan pabrik, pekerja toko, bengkel mekanik, tukang emas, tukang kayu, juru masak, pengemudi, tukang bangunan, tukang pos, juru ketik
90
Pekerja kasar tanpa keahlian tertentu: buruh, pekerja bangunan, penjaga gudang, tukang kebun, peteni, pekerja tambang, tukang cuci, pembantu rumah tangga, pengangkut barang

Terlepas dari prakiraan di atas, dengan mengenali bakat dan potensi anak sejak dini, maka kita bisa menstimulasinya sehingga kemampuan anak meningkat. Dengan mengenali dan memahami sejak dini maka setiaap langkah pendidikan yang Anda terapkan kepada anak dilakukan dengan penuh kesadaran sehinggan Anda akan bangga di kelak kemudian hari. Tentu setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk putra-putri tercinta. 

0 komentar: